Recent Posts

Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar oleh - dietsehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website dietsehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dari banyaknya urutan penggunaan skincare, salah satu yang mungkin paling membingungkan adalah menentukan apakah Anda harus memakai moisturizer atau sunscreen terlebih dulu. Kedua produk ini memiliki fungsi yang berbeda, dan urutan yang keliru dapat memengaruhi keampuhannya.

Lantas, mana yang sebaiknya Anda gunakan lebih dahulu?

Ketahui dahulu fungsi moisturizer dan sunscreen

moisturizer dulu atau sunscreen

Meski kulit wajah menyerap keduanya dengan cara yang sama, moisturizer dan sunscreen memiliki efek yang berbeda terhadap kulit. Guna menentukan apakah Anda harus memakai moisturizer dulu atau sunscreen, coba kenali fungsinya berikut ini:

1. Fungsi moisturizer

Moisturizer berfungsi menjaga kelembapan kulit dan memperbaiki teksturnya. Produk ini biasanya mengandung humektan seperti gliserin, asam laktat, atau urea. Humektan adalah bahan yang dapat menarik air ke dalam kulit sehingga kulit wajah tetap lembap.

Kebanyakan moisturizer juga mengandung emolien berupa minyak nabati dan lanolin yang mampu melembutkan kulit. Kombinasi humektan dan emolien tidak hanya membuat wajah terasa lembap, tapi juga halus dan kenyal dengan tekstur yang merata.

2. Fungsi sunscreen

Bila Anda bingung perlu memakai moisturizer dulu atau sunscreen, hal ini mungkin bisa menjadi petunjuknya. Melansir Skin Cancer Foundation, fungsi utama sunscreen adalah melindungi kulit dari sinar UV yang bisa menyebabkan sunburn, penuaan dini, bahkan kanker.

Saat membeli sunscreen, pilihlah sunscreen dengan SPF 30 atau 50 untuk memperoleh perlindungan maksimal. Sunscreen sebaiknya digunakan kembali setiap 2 jam, terutama setelah Anda berkeringat, berenang, atau mencuci muka.

Jadi, sebaiknya memakai moisturizer dulu atau sunscreen?

pakai sunscreen di rumah

Urutan penggunaan skincare memang membingungkan karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, Dr. Melda Isaac, dokter spesialis kulit di Washington D.C., Amerika Serikat, menyarankan Anda untuk mengikuti satu urutan sederhana.

Urutan tersebut yakni membersihkan, mengobati, melembapkan, dan melindungi. Jadi, setelah Anda menggunakan sabun muka, toner, dan serum, langkah selanjutnya adalah melembapkan kulit wajah dengan moisturizer.

Ketika Anda bingung harus menggunakan moisturizer dulu atau sunscreen, ingatlah bahwa sunscreen adalah pelindung kulit. Mengacu urutan yang disarankan Dr. Isaac, sunscreen digunakan pada tahap terakhir dalam rutinitas skincare.

Perhatikan jenis sunscreen yang Anda gunakan. Bila Anda memakai sunscreen losion atau krim, tunggu hingga moisturizer menyerap seutuhnya ke dalam kulit. Mencampur keduanya malah akan mengurangi kemampuan sunscreen dalam menangkal sinar UV.

Sunscreen krim dan losion biasanya juga mengandung zinc oksida dan titanium oksida yang mengeringkan kulit. Jika Anda memakai moisturizer lebih dulu, kulit akan menjadi lebih lembap sehingga tidak terbentuk butir-butir yang menggumpal.

Kuncinya adalah menggunakan produk dengan tepat

Moisturizer sebelum sunscreen adalah urutan yang paling disarankan. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang mungkin lebih nyaman menggunakan sunscreen atau produk lain dulu, baru diakhiri dengan moisturizer.

Hal ini sebenarnya tidak berdampak buruk bagi kulit. Hanya saja, Anda harus cermat memilih dan menggunakan moisturizer agar produk ini tidak melarutkan sunscreen dan mengurangi kemampuannya.

Kuncinya adalah menggunakan produk dalam jumlah dan cara yang tepat. Moisturizer ataupun sunscreen terlebih dulu, yang terpenting Anda mengoleskannya secara merata dan menunggunya terserap sebelum disusul dengan produk skincare lain.

Itulah tadi informasi mengenai Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar dan sekianlah artikel dari kami dietsehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Friday, August 14, 2020

Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi oleh - dietsehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website dietsehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi oleh - dietsehat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Ibu yang positif  COVID-19bisa tetap menyusui bayinya dan tidak menularkan virus corona selama bisa melakukan berbagai tindak pencegahan. Bagaimana caranya agar aman menyusui buah hati meski tengah terinfeksi COVID-19?

Ibu yang terinfeksi COVID-19 bisa menyusui bayi dengan aman

ibu menyusui positif covid-19

Studi terbaru menemukan fakta bahwa ibu dengan COVID-19 bisa dengan aman menyusui bayinya tanpa menularkan virus. Penelitian tersebut melibatkan 120 orang bayi yang baru dilahirkan oleh ibu yang positif COVID-19. 

Sekitar tiga perempat dari ibu hamil mengalami gejala COVID-19 sejak dari rumah dan sekitar setengahnya baru merasakan gejala ketika proses melahirkan. Di rumah sakit, para ibu diizinkan untuk dirawat dalam satu kamar dengan bayinya. Tapi, si bayi harus disimpan di tempat tidur bayi yang berjarak 1,8 meter dari tempat tidur si ibu. 

Para ibu itu diperbolehkan menyusui bayinya jika merasa cukup sehat atau gejala COVID-19 telah mereda. Tapi sebelumnya, si ibu wajib mencuci tangan, memakai masker, dan mencuci payudara mereka sebelum menyentuh bayi.

Semua bayi melakukan tes COVID-19 terlebih dulu dalam 24 jam pertama setelah lahir, hasilnya tidak ada yang dinyatakan positif. Setelah satu minggu, sebanyak 79 bali dites ulang dan semua hasilnya negatif. Lalu dua minggu kemudian, 72 bayi dites untuk ketiga kalinya. Hasilnya tidak ada satupun yang dinyatakan positif COVID-19. 

Peneliti lalu melakukan pemantauan jarak jauh pada 50 bayi setelah mereka berusia satu bulan. Hasilnya, tumbuh kembang bayi berjalan tanpa hambatan baik itu pada ibu yang positif COVID-19 dengan gejala maupun positif tanpa gejala. 

“Kami berharap penelitian ini memberikan sedikit jaminan kepada para ibu baru bahwa risiko mereka menularkan COVID-19 kepada bayi mereka cenderung rendah,” kata dr. Christine Salvatore, salah satu penulis laporan studi tersebut. Dr. Salvatore adalah spesialis penyakit menular anak di Weill Cornell Medicine-New York Presbyterian Komansky Children’s Hospital. 

Para penulis mengatakan, menyusui dan kontak fisik langsung antara ibu dan bayinya yang baru lahir sangat penting untuk kesehatan anak dalam jangka panjang. Temuan ini membuat ibu yang terinfeksi COVID-19 bisa tetap menyusui dan tidak kehilangan momen-momen tersebut selama menjalankan protokol kesehatan.

Namun, mereka menegaskan bahwa studi tersebut masih dalam skala relatif kecil, sehingga studi yang lebih besar diperlukan untuk memastikan keakuratan hasil penelitian.

Menjaga bayi aman dari penularan COVID-19

ibu terinfeksi covid-19 bisa menyusui

Penelitian ini memberi gambaran baru karena sebelumnya dilaporkan beberapa kasus bayi positif COVID-19 dalam 48 jam setelah dilahirkan. Bayi-bayi ini diduga tertular COVID-19 sejak dalam rahim si ibu.

Temuan terbaru tentang COVID-19 terus bertambah, membuat tenaga medis dan masyarakat harus terus menyesuaikan diri. Panduan untuk ibu hamil dan menyusui yang terinfeksi COVID-19 juga terus berubah seiring dengan bertambahnya pengetahuan ilmuwan tentang bahaya dan cara penularan virus corona ini.

Pada awal pandemi, American Academy of Pediatrics (AAP) awalnya merekomendasikan agar ibu yang terinfeksi COVID-19 dipisahkan dari bayi baru lahir. AAP juga merekomendasikan agar bayi diberikan ASI dengan botol susu.

Namun, AAP telah memperbarui pedoman mereka untuk mengatakan bahwa ibu positif COVID-19 dapat berbagi kamar dan menyusui dengan tindakan pencegahan tertentu.

Ibu positif COVID-19 kini bisa tetap menyusui bayinya selama menjalankan protokol kesehatan. Tapi kondisi tersebut tak berlaku jika si ibu mengalami gejala berat COVID-19.

Itulah tadi informasi mengenai Ibu Positif COVID-19 Bisa Menyusui Tanpa Menularkan ke Bayi oleh - dietsehat.xyz dan sekianlah artikel dari kami dietsehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, August 9, 2020

Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak oleh - dietsehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website dietsehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak oleh - dietsehat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Stunting merupakan salah satu kondisi anak mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan di awal kehidupannya yang bisa jadi disebabkan oleh asupan nutrisi yang buruk. 

Nutrisi memiliki peran vital untuk mendukung tumbuh kembang anak apalagi jika si kecil sempat mengalami stunting. Dampak stunting pada anak pun tidak dapat dianggap sepele. Lebih lanjut, berikut beberapa dampak stunting dan peran nutrisi pada anak yang perlu Anda ketahui.

Mengenal dampak merugikan dari stunting anak

stunting adalah penyebab tubuh anak pendek

Berdasarkan data dari WHO, terdapat sekitar 144 juta anak di bawah umur 5 tahun mengalami stunting di seluruh dunia. Seringkali, stunting terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan anak.

Stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, seperti menyebabkan ia lebih mudah sakit, tetapi juga pada perkembangan fisik dan mental.

Dilansir dari Powerofnutrition.org, dampak dari stunting dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Dampak jangka pendek: Pertumbuhan otak menjadi kurang optimal contohnya berdampak pada IQ yang rendah dan sistem imun yang lemah.
  • Dampak jangka panjang: Usia pendek, memiliki postur tubuh yang lebih kecil, dan risiko mengalami penyakit seperti diabetes dan kanker lebih tinggi.

Tak hanya itu, dikarenakan stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan otak, keterampilan dan kemampuan anak dalam belajar atau kognitif pun ikut terganggu. Penelitian tahun 2017 menemukan bahwa anak yang mengalami stunting akibat buruknya asupan nutrisi relatif mengalami kesulitan belajar saat menginjak usia yang lebih dewasa atau di masa depan.

Oleh karena itu, penting untuk diketahui bahwa nutrisi menjadi modal utama tumbuh kembang anak di awal kehidupannya.

Mengurangi dampak stunting pada anak dengan asupan nutrisi

nutrisi untuk daya tahan tubuh anak

Dilansir dari laman resmi UNICEF, anak membutuhkan sekitar 40 jenis nutrisi berbeda untuk tumbuh, berkembang, dan tetap sehat. Hal ini membutuhkan pola makan yang seimbang, termasuk susu, makanan sumber nabati dan hewani, serta sumber makanan yang telah difortifikasi atau melalui proses penambahan gizi.

Masalahnya, tidak mudah untuk selalu memenuhi kebutuhan ini. Oleh karena itu, makanan yang diformulasikan khusus untuk menambah kekurangan nutrisi setiap hari dapat digunakan.

Sebuah kajian tahun 2019 mengenai cara untuk meningkatkan status nutrisi pada anak yang mengalami stunting, menuturkan beberapa nutrisi yang sebaiknya dipenuhi anak setiap hari.

Vitamin A 

Vitamin A berperan penting dalam pertumbuhan anak dan keduanya juga saling berkesinambungan. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan.

Menambah asupan vitamin A pada anak antara usia enam bulan dan lima tahun dapat mengurangi risiko kematian hingga 12 persen, diare hingga 15 persen, dan secara bertahap mengurangi kemungkinan anak mengalami stunting.

Vitamin A telah dikenal bermanfaat bagi kesehatan mata atau penglihatan anak. Bahkan, kekurangan asupan vitamin A merupakan salah satu penyebab kebutaan pada anak yang sebenarnya bisa dicegah. Manfaat lain yang tak kalah penting adalah vitamin ini berperan dalam mendukung daya tahan tubuh atau sistem imun dalam mencegah terjadi berbagai infeksi penyebab penyakit.

Salah satu cara menambah asupan vitamin A adalah dengan suplementasi seperti susu pertumbuhan. Vitamin A dapat ditemukan dalam dua kategori sumber makanan, yaitu sumber hewani seperti susu, ikan, dan daging; dan sumber nabati seperti sayuran berdaun hijau, wortel, ubi, dan mangga.

Zinc

Peran utama zinc adalah untuk mendukung tumbuh kembang anak yang normal untuk mengurangi dampak dari stunting.  Zink berperan penting untuk sintesis RNA dan DNA dan juga masih berhubungan dengan metabolisme vitamin A.

Beberapa studi yang dilansir di laman daring WHO menganalisis fungsi zinc dalam pertumbuhan anak. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa anak yang menerima tambahan asupan zink sebanyak 10 mg per hari selama 24 minggu membantu mendorong pertumbuhan tinggi anak hingga 0.37 (±0.25) cm dibandingkan dengan yang tidak. Selain itu, suplementasi zinc dapat memberikan dampak yang lebih besar pada anak yang mengalami stunting. 

Bentuk suplementasi zinc yang paling umum diberikan adalah dalam bentuk susu. Di samping itu, zinc tentu dapat ditemukan pada beberapa sumber makanan seperti telur, daging, ayam dan kacang-kacangan seperti kacang merah. 

Mikronutrien dengan omega-3

Kombinasi antara mikronutrien dan omega-3 secara jelas ditemukan dapat mengurangi kejadian stunting pada anak. Mikronutrien yang dimaksud adalah Docosahexaenoic acid atau biasa dikenal dengan DHA dan Arachidonic acid  (AA) yang esensial bagi tumbuh kembang anak.

Salah satu cara menambahkan asupan mikronutrien untuk anak adalah dengan memberikan susu pertumbuhan. Hal ini dibuktikan dari dua buah studi yang menunjukan bahwa kelompok anak yang mendapat tambahan mikronutrien dari susu menunjukan berkurangnya kejadian stunting dan kurang berat badan hingga 10%.

Protein whey

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu dampak dari stunting dalam jangka panjang adalah pertumbuhan tinggi dan berat badan yang kurang optimal.

Berdasarkan kajian tahun 2011 tentang efek whey dan kasein dalam susu untuk pertumbuhan anak, protein whey memiliki potensi untuk meningkatkan massa otot dan memiliki kualitas lebih baik dibandingkan kasein.

Untuk itu, protein whey yang terdapat dalam susu pertumbuhan dapat menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi dampak dari stunting dengan meningkatkan pertumbuhan badan dengan optimal.

Stunting pada anak dapat memberikan dampak negatif di masa sekarang maupun di masa depan. Oleh karena itu, Anda perlu berusaha untuk menekan dampak ini dengan cara memenuhi kebutuhan nutrisi anak setiap hari.

Pilih makanan sehat dan seimbang serta tambahkan susu pertumbuhan pada pola makan yang mengandung berbagai nutrisi, termasuk yang telah dijelaskan di atas. Anda tentu selalu disarankan untuk menemui ahli medis atau dokter jika membutuhkan bimbingan apabila mendapati si kecil mengalami stunting.

Itulah tadi informasi dari slot online terpercaya mengenai Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak oleh - dietsehat.xyz dan sekianlah artikel dari kami dietsehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tuesday, July 28, 2020

Corona Virus (Covid-19) Menjadi “Epidemi Bisu” oleh - dietsehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website dietsehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Corona Virus (Covid-19) Menjadi “Epidemi Bisu” oleh - dietsehat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.22″ transparent_background=”off” make_fullwidth=”off” use_custom_width=”on” width_unit=”on” custom_width_px=”700px”][et_pb_row _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” max_width=”700px” make_fullwidth=”off” use_custom_width=”on” width_unit=”on” custom_width_px=”700px”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_post_title comments=”off” _builder_version=”3.0.87″ use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid” parallax_effect=”off”][/et_pb_post_title][et_pb_text _builder_version=”4.3.4″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid”]

Corona Virus (Covid-19), Indonesia akhirnya melaporkan dua kasus pertamanya pada hari Senin 2/3/2020. Pada konferensi pers di Jakarta, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa dua wanita berusia 31 dan 64 dari Depok terjangkit virus tersebut. Tetapi beberapa ilmuwan percaya bahwa negara itu, yang memiliki hubungan dekat dengan China, hampir pasti memiliki “epidemi bisu” di dalam perbatasannya dan harus segera meningkatkan upaya pengawasannya.

Deteksi dua kasus pertama, dan menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penyakit, menunjukkan keseriusan dan kemampuan Indonesia untuk menangani epidemi Corona Virus (Covid-19), mengikuti pedoman WHO [World Health Organization].

Langkah-langkah perlindungan dasar terhadap corona virus menurut pedoman WHO:

Cuci tangan Anda sesering mungkin
  • Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.

Mengapa? Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan gosok tangan berbasis alkohol membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda.

  • Pertahankan jarak sosial

Pertahankan jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) antara Anda dan siapa saja yang batuk atau bersin.

Mengapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat, Anda bisa menghirup tetesan air, termasuk Corona Virus (Covid-19) jika orang tersebut menderita batuk.

Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Mengapa? Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat mengambil virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut anda. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh Anda dan bisa membuat Anda sakit.

Lakukan kebersihan pernafasan

  • Pastikan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda, mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat Anda batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas.

Mengapa? Tetesan menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernafasan yang baik Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus seperti flu, flu dan Corona Virus (Covid-19).

  • Jika Anda mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera cari perawatan medis

Tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat. Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat Anda.

Mendapatkan informasi terbaru tentang situasi dan penyedia layanan kesehatan di daerah anda yang bisa mengarahkan anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Bisa melindungi dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

Source : WHO [World Health Organization].

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Itulah tadi informasi dari judi slot mengenai Corona Virus (Covid-19) Menjadi “Epidemi Bisu” oleh - dietsehat.xyz dan sekianlah artikel dari kami dietsehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, July 27, 2020

Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi oleh - dietsehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website dietsehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi oleh - dietsehat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Memiliki gigi yang sehat dan putih merupakan idaman semua orang. Tak hanya alasan kesehatan, gigi yang putih dapat membuat Anda lebih percaya diri. Cara menjaga agar gigi tetap putih yang paling sederhana adalah dengan rutin menggosok gigi. Namun, terdapat cara lain yang dipercaya dapat membantu memutihkan gigi, yaitu dengan menggunakan baking soda. Bagaimana bisa baking soda digunakan untuk membuat gigi jadi lebih putih? Ini dia penjelasan yang perlu Anda tahu.

Efektivitas penggunaan baking soda dalam pasta gigi

Beberapa penelitian telah meninjau kandungan baking soda dalam pasta gigi dan menghasilkan kesimpulan yang positif termasuk manfaatnya untuk membantu memutihkan gigi. Salah satunya adalah jurnal yang diterbitkan Journal of American Dental Association (JADA) menemukan bahwa pasta gigi yang mengandung baking soda lebih efektif dalam mengurangi noda dan meningkatkan warna putih pada gigi.

Selain terbukti efektif dalam menghilangkan noda dan memutihkan gigi, kandungan baking soda dalam pasta gigi juga aman untuk digunakan sehari-hari. Dikutip dari jurnal tahun 2017 yang juga diterbitkan oleh JADA, baking soda merupakan satu dari beberapa kandungan pasta gigi abrasif yang paling lembut jika dibandingkan seperti dengan kandungan silika.

Cara kerja baking soda untuk membantu memutihkan gigi

Baking soda atau sodium bicarbonate (NaHCO3) sudah lama digunakan dalam pasta gigi karena memiliki sifat abrasif sehingga dapat menghilangkan noda pada gigi. Berdasarkan jurnal terbitan Journal of Clinical and Experimental Dentistry, senyawa lain yang bersifat abrasif seperti silika dan natrium bikarbonat memang dapat juga membantu menghilangkan noda, tetapi tidak sebaik baking soda.

Masih dari jurnal yang sama menemukan bahwa menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung baking soda selama 30 detik dapat menghilang noda dan memutihkan gigi. Hal ini tentu terjadi berkat sifat abrasif dari baking soda.

Membuat campuran baking soda sendiri yang aman

Baking soda memang aman dan efektif dalam membersihkan gigi. Namun, jika ingin membuat pasta gigi sendiri, Anda perlu memperhatikan takarannya. Terlalu banyak atau menggunakan baking soda tanpa takaran dapat mengikis enamel gigi.

Apabila Anda mendapati gigi mulai berwarna kuning setelah menyikat gigi menggunakan pasta gigi buatan sendiri, artinya enamel gigi telah terkikis dan telah mencapai lapisan dalam gigi bernama dentin.

Untuk itu, pastikan untuk memakai baking soda secukupnya dan jangan berlebihan. Berikut resep pasta gigi dari baking soda dari Dentaly.org yang mungkin dapat menjadi referensi Anda:

  • 100 gram baking soda (kurang dari setengah cangkir)
  • 10-15 tetes minyak alami dengan rasa sesuai selera
  • Air purifikasi
  • 1 sendok teh garam laut

Campurkan baking soda, garam, dan minyak alami sambil menambahkan air sedikit demi sedikit hingga pasta terbentuk. Anda dapat menyesuaikan konsistensi dari pasta gigi sesuai keinginan. Garam laut bermanfaat untuk menambah mineral, tetapi jika tidak suka dengan rasanya, Anda boleh untuk tidak menggunakannya.

Manfaat baking soda untuk membantu gigi kembali putih sudah dibuktikan oleh berbagai jurnal dan penelitian. Tentu Anda dapat membuat pasta gigi sendiri seperti dengan resep yang sudah dijelaskan sebelumnya. Hanya, tetap perhatikan jumlah baking soda yang digunakan agar tidak menimbulkan efek samping.

Anda juga dapat menambahkan minyak kelapa (coconut oil) dalam campuran pasta gigi racikan sendiri. Perpaduan baking soda dan minyak kelapa dapat menghasilkan pasta atau busa yang aman dan lembut untuk gigi. Selain itu, minyak kelapa dikenal dapat meningkatkan kesehatan mulut dan gigi serta berpotensi melawan bakteri penyebab kerusakan gigi.

Cara yang lebih praktis jika ingin mendapat manfaat dari baking soda adalah dengan memilih pasta gigi yang mengandung senyawa ini. Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apabila memiliki kondisi gigi sensitif atau masalah kesehatan mulut dan gigi lainnya.

Itulah tadi informasi dari judi poker mengenai Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi oleh - dietsehat.xyz dan sekianlah artikel dari kami dietsehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 26, 2020

Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya oleh - dietsehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website dietsehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya oleh - dietsehat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Imunisasi merupakan cara untuk mencegah penyebaran dan penularan penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu yang vaksin harus diberikan pada anak adalah pneumococcal conjugate vaccine (PCV). Bagaimana pemberian vaksin PCV dan adalah efek samping yang ditimbulkan dari imunisasi ini? Berikut penjelasannya.

Apa itu imunisasi PCV?

jadwal imunisasi anak bayi

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) vaksin pneumokokus atau pneumococcal conjugate vaccine (PCV) adalah imunisasi untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri streptococcus pneumoniae atau yang lebih sering disebut kuman pneumokokus.

Penyakit yang disebabkan oleh kuman pneumokokus juga disebut dengan nama yang sama. Penyakit pneumokokus bisa menyerang siapa saja, tapi paling rawan adalah anak usia kurang dari 5 tahun dan orang tua di atas usia 50 tahun. 

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh kuman pneumokokus adalah radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia). 

Dalam situs resmi IDAI disebutkan bahwa penyakit pneumokokus menjadi penyebab kematian paling tinggi pada balita. Setidaknya pada 2015, sekitar 14 persen dari 147 ribu anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia, meninggal karena pneumonia.

Artinya, sebanyak 2-3 anak di bawah usia 5 tahun meninggal karena pneumonia setiap jam. Inilah yang membuat pneumonia menjadi penyebab kematian utama anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia.

Menurut dokter anak, Nastiti Kaswandani, pemberian vaksin PCV  dan HiB bisa menurunkan angka kematian balita akibat pneumonia sebanyak 50 persen.

Melansir dari Kids Health, Ada dua jenis vaksin PCV yang perlu diberikan, yaitu Pneumococcal conjugate vaccine (PCV13) dan Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPSV23).

PCV13 melindungi seseorang dari 13 jenis bakteri pneumokokus dengan formula konjugasi, yaitu gabungan antara protein dan bakteri untuk meningkatkan perlindungan.

Sementara PPSV23 mencakup 23 jenis bakteri yang bekerja dengan formula polisakarida, vaksin dibuat seperti bakteri tertentu untuk membantu tubuh membangun perlindungan pada kuman tersebut.

Bagaimana cara kerja vaksin PCV?

imunisasi mempengaruhi kecerdasan anak

Dikutip dari situs NHS, kedua jenis imunisasi PCV, baik PCV13 dan PPSV23 mendorong tubuh untuk memproduksi antibodi terhadap bakteri pneumokokus.

Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh tubuh untuk menetralisir atau menghancurkan organisme (mahluk hidup di tubuh) yang membawa racun. Antibodi melindungi seseorang dari infeksi bakteri, 

Saat ini, lebih dari 90 jenis bakteri pneumokokus yang berbeda sudah ditemukan tapi mayoritas tidak menyebabkan masalah infeksi serius.

Sesuai angka yang tertera di jenis vaksinnya, PCV13 melindungi dari 13 jenis bakteri pneumokokus dan PPSV23 melindungi dari 23 jenis bakteri. Imunisasi PCV mampu mencegah penyakit pneumokokus sekitar 50-70 persen.

Siapa yang perlu mendapatkan vaksin PCV?

imunisasi bayi, imunisasi anak, jadwal imunisasi, imunisasi campak, imunisasi MR, imunisasi DPT

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa pemberian imunisasi PCV dibagi menjadi dua, untuk anak-anak dan orang dewasa. Jenis vaksin PCV13 diberikan pada anak usia di bawah dua tahun.

Sementara itu, jenis vaksin PPSV23 direkomendasikan untuk orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Pada orang yang merokok, imunisasi PCV jenis ini bisa diberikan saat ia berusia 19 tahun. 

Pemberian vaksin PCV pada bayi dan anak

Bagaimana anjuran dalam pemberian imunisasi pada anak? Badan kesehatan dunia atau WHO merekomendasikan bayi mendapat imunisasi PCV sebanyak 3 kali suntikan wajib dan dua suntikan booster atau pengulangan.

Jadwal pemberian imunisasi PCV yaitu dimulai saat bayi berusia 6 minggu, dengan jarak 4-8 minggu. Jadi bila bayi Anda diberikan imunisasi pada usia 6 minggu, vaksin berikutnya diberikan ketika ia berusia 10 dan 14 minggu (2, 4, 6 bulan). 

Pemberian imunisasi PCV biasanya bersamaan dengan vaksin pentavalen (DPT-HiB-HB) dan rotavirus. Imunisasi booster dilakukan ketika anak berusia 12-18 bulan, Anda bisa memilih di antara usia tersebut.

Biasanya imunisasi booster PCV diberikan bersamaan dengan vaksin campak (bila belum mendapatkan MMR di usia 15 bulan), dan suplemen vitamin A. Bila anak Anda terlambat mendapatkan vaksin PCV, tidak perlu mengulang dari awal, cukup lanjutkan sesuai usia si kecil. 

Sebagai contoh, bayi usia 6 bulan belum mendapat vaksin PCV, maka pemberian imunisasi PCV 1 dan 2 bisa dilakukan pada usia 7-11 bulan. Jarak antara 7-11 bulan minimal satu bulan. 

Sementara kalau bayi berusia 12 bulan belum menerima imunisasi PCV, vaksin PCV 1 dan 2 bisa dilakukan pada usia 12-23 bulan dengan jarak pemberian 2 bulan.

Bagaimana pemberian imunisasi PCV pada bayi prematur?

WHO menjelaskan bahwa bayi prematur tetap harus mendapatkan vaksin PCV. Pemberiannya dilihat dari usia kronologis atau ketika ia dilahirkan.

Untuk bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang beratnya kurang dari 1500 gram, imunisasi baru bisa didapatkan ketika si kecil mencapai usia kronologis 6-8 minggu. Namun, vaksin sudah bisa langsung diberikan bila berat bayi sudah lebih dari 2000 gram atau 2 kilogram. 

Imunisasi PCV direkomendasikan oleh IDAI dan Kementerian Kesehatan. Namun, saat ini vaksin pneumokokus masih termasuk ke dalam imunisasi pilihan bersama imunisasi MMR.

Apa itu imunisasi pilihan? Ini adalah jenis imunisasi yang belum diberikan secara gratis dan tidak diwajibkan oleh pemerintah.

Sementara untuk vaksin yang sifatnya wajib, yaitu imunisasi hepatitis B, DPT, polio, dan BCG. Untuk pemberian vaksin PCV, Anda bisa mendapatkannya di rumah sakit atau klinik kesehatan tertentu.

Adakah kondisi yang membuat seseorang perlu menunda vaksin PCV?

vaksin

Imunisasi memiliki banyak manfaat, tapi perlu diperhatikan kondisinya. Ada beberapa keadaan yang membuat anak perlu menunda pemberian imunisasi PCV, yaitu:

Memiliki reaksi alergi sangat parah

CDC tidak menyarankan pemberian vaksin PCV pada orang yang memiliki reaksi alergi sangat parah sampai mengancam nyawa. Pada kasus yang sangat jarang, orang yang memiliki alergi pada kandungan vaksin PCV akan diberikan alternatif lain oleh dokter untuk jenis obat lain. 

Reaksi alergi yang ditimbulkan seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung berjalan cepat
  • Kelelahan sangat parah
  • Napas berbunyi

Sebelum diberikan vaksin, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter atau petugas medis lain tentang kondisi si kecil. Ini penting dilakukan agar penanganan disesuaikan dengan kondisi bayi.

Mengalami sakit ringan (tidak enak badan)

Bila anak Anda sedang mengalami sakit ringan, dokter atau petugas medis akan menyarankan untuk menunda pemberian vaksin PCV. kondisi sakit ringan ini seperti, demam, batuk, dan pilek. 

Pemberian imunisasi ketika kondisi anak tidak dalam keadaan sehat, membuat vaksin tidak bisa bekerja dengan maksimal. Anda bisa menjadwalkan imunisasi setelah anak dalam keadaan sehat.

Berapa harga vaksin PCV?

Imunisasi PCV adalah salah satu dari beberapa jenis vaksin tidak wajib dan tidak disubsidi dari pemerintah. Ini membuat harga imunisasi PCV cukup mahal dan membutuhkan dana lebih.

Bila dilihat dari berbagai situs rumah sakit, harga vaksin PCV berkisar Rp500 ribu sampai Rp800 ribuan tergantung dari jenis vaksin. Untuk jenis imunisasi PCV 10 sekitar Rp500 ribu, PCV 13 Rp700 ribu, dan PPSV 23 Rp341 ribu.

Harga vaksin PCV di atas hanya perkiraan, sehingga bisa berbeda sesuai klinik dan tempat pemberian imunisasi.

Adakah efek samping dari pemberian vaksin PCV?

anak diimunisasi

Seperti obat pada umumnya, termasuk vaksin, tentu ada efek samping yang ditimbulkan. Biasanya orang yang mendapatkan imunisasi ini hanya mengalami efek samping ringan dan tidak ada masalah serius. 

Beberapa efek samping dari imunisasi PCV yaitu:

  • Demam ringan (38 derajat celcius)
  • Kemerahan dan rasa sakit di area suntikan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Rewel

Efek samping di atas biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu dua sampai tiga hari. Namun pada kasus yang sangat jarang terjadi, vaksin PCV bisa menyebabkan efek samping reaksi alergi parah, seperti:

  • Ruam
  • Sakit tenggorokan
  • Detak jantung cepat
  • Kesulitan bernapas

Namun reaksi alergi parah ini sangat jarang terjadi. Center for Disease Control and Prevention (CDC) jelaskan bahwa ini hanya terjadi 1 banding 1 juta pemberian imunisasi. 

Tidak perlu khawatir dengan efek samping yang ditimbulkan dari pemberian vaksin karena tidak membahayakan. Anak yang tidak diimunisasi justru lebih rawan terkena penyakit menular karena tubuhnya tidak terlindungi secara maksimal.

Kapan harus membawa anak ke dokter?

jenis vaksin bayi dan anak

Pada beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, imunisasi PCV bisa menimbulkan efek pusing sampai pingsan. Untuk mengatasinya, minta si kecil untuk berbaring sekitar 15 menit sampai tubuhnya terasa membaik.

Anda harus segera menghubungi dokter ketika anak mengalami reaksi alergi parah yang menjadi efek samping bahaya. Terutama bila mengalami:

  • Sesak napas
  • Ruam di kulit sampai terasa terbakar
  • Detak jantung berdegup cepat
  • Tubuh dingin dan berkeringat
  • Hilang kesadaran

Ketika mengunjungi dokter untuk konsultasi, beritahu dokter bahwa si kecil baru mendapatkan vaksin PCV. Ini untuk memudahkan petugas medis dalam menangani anak sesuai kondisi.

Itulah tadi informasi dari agen idn poker mengenai Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya oleh - dietsehat.xyz dan sekianlah artikel dari kami dietsehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Friday, July 24, 2020

Apakah Susu Soya Hanya untuk Anak Alergi Susu Sapi? oleh - dietsehat.xyz

Halo sahabat selamat datang di website dietsehat.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Apakah Susu Soya Hanya untuk Anak Alergi Susu Sapi? oleh - dietsehat.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sebagian besar orangtua memberikan susu formula sapi untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sementara itu, untuk anak yang alergi susu sapi, biasanya disarankan dokter untuk mengonsumsi susu formula soya sebagai pengganti nutrisi. Namun, apakah susu formula soya hanya bisa dikonsumsi anak yang memiliki alergi protein susu sapi?

Susu formula soya bisa dikonsumsi anak yang tidak alergi protein susu sapi

susu penambah berat badan anak balita

Pemenuhan nutrisi menjadi bagian penting bagi si kecil dalam masa tumbuh kembangnya. Nutrisi secara lengkap bisa diperoleh dari makanan atau minuman yang dikonsumsinya. Salah satunya melalui susu.

Rata-rata anak bisa memperoleh nutrisi tambahan dari susu formula sapi, selain menerima asupan nutrisi dari sayur dan buah-buahan. Bagi anak yang memiliki alergi protein susu sapi, biasanya orangtua memenuhi kebutuhan anak dengan susu formula soya.

Ternyata susu formula soya tidak hanya untuk anak yang alergi susu sapi. Misalnya, dalam kasus tertentu, susu formula soya bisa dikonsumsi anak yang dibesarkan dalam keluarga dengan gaya hidup pola makan vegetarian atau keluarga yang beralih ke pola hidup sehat yang mulai menambahkan konsumsi protein nabati ke dalam menu makanan keluarganya.

Sebuah studi dari jurnal Pediatrics yang dilakukan oleh Andres dan kawan-kawan, membandingkan dua kelompok perkembangan anak 1 tahun yang diberikan susu formula soya dan susu formula sapi. Hasil menunjukkan, tidak ada perbedaan yang signifikan di antara pemberian keduanya.

Anak yang diberikan susu formula soya dan sapi memiliki perkembangan kognitif yang sama. Dengan begitu, dapat dikatakan susu formula soya memiliki kebaikan yang sama dengan pemberian susu formula sapi untuk tumbuh-kembang si kecil

Ditilik dari nutrisinya, susu formula soya terbuat dari protein isolat yang memiliki kandungan protein 2,2 sampai 2,6 g/100 kkal. Protein ini lebih tinggi dari susu formula sapi. Walaupun begitu, si kecil yang mengonsumsi formula soya menunjukkan pertumbuhan yang setara dengan bayi yang mengonsumsi susu formula sapi.

Mengetahui nutrisi dan manfaat susu formula soya untuk anak

protein untuk anak saat puasa

Susu formula soya mengandung protein isolat kedelai dan bahan-bahan lainnya yang telah difortifikasi untuk melengkapi kebutuhan gizi anak.

Susu formula soya memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap, sama baiknya dengan susu formula sapi. Dengan begitu si kecil bisa tetap mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Namun, tidak semua susu formula soya memiliki kandungan yang sama. Pastikan Ibu memperhatikan nutrisi yang terdapat di dalam susu formula soya agar kebutuhan nutrisi si kecil terpenuhi. Ada beberapa kandungan penting yang sebaiknya ada di dalam formula soya, seperti tinggi serat, prebiotik, asam lemak omega 3 dan 6, isolat protein soya, serta vitamin dan mineral.

Kelengkapan kandungan tersebut dapat melindungi fungsi sistem pencernaan, mendukung kemampuan berpikir, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.  

Selanjutnya, pastikan memilih whole soya milk, bukan low atau non-fat, supaya si kecil tidak kekurangan energi. Sebab, balita membutuhkan lemak sebagai sumber energi pada masa tumbuh kembangnya.

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika Ibu memberikan susu formula soya tinggi serat pada anak.

  • Susu formula soya mengandung protein nabati, sehingga tidak menyebabkan alergi yang disebabkan protein susu sapi.
  • Kandungan serat yang baik melancarkan sistem pencernaan anak.
  • Rendah lemak dan kalori. Bila dikonsumsi rutin, dapat mengurangi kadar lemak jenuh, tetapi manfaat ini lebih cocok untuk orang dewasa. Sementara si kecil masih membutuhkan lemak untuk proses tumbuh kembangnya. Konsumsi formula soya bantu mengurangi risiko obesitas pada anak.
  • Menerapkan pola makan sehat, seperti vegetarian, sedini mungkin.

Susu formula soya bisa menjadi bagian pelengkap untuk nutrisi anak. Perlu diketahui, bagi keluarga vegetarian, nutrisi bisa diperoleh dari beragam makanan nabati, seperti buah dan sayur. 

Jika Ibu ingin menerapkan pola hidup ini kepada anak sedini mungkin, ada baiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter anak untuk mendapatkan rekomendasi perencanaan, agar nutrisi anak bisa diterima secara optimal.  

Kapan si kecil boleh beralih ke susu formula soya?

susu bayi

Bagi orangtua yang ingin mengenalkan pola hidup lebih sehat melalui konsumsi asupan berbasis tanaman, susu formula soya juga dapat diberikan kepada si kecil. Langkah ini dapat menjadi awal pengenalan yang baik untuk anak dalam menjalani gaya hidup vegetarian ke depannya. 

Selain itu, susu formula soya juga dapat diberikan untuk anak yang mengalami gejala alergi pada protein susu sapi. Anjuran susu formula soya bisa diberikan pada usia anak 1 tahun, tetapi tak terlepas dari petunjuk dokter anak. Susu formula soya sama baiknya dengan formula sapi, karena sudah dilengkapi dengan ragam nutrisi penting yang baik untuk dukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Untuk takaran pemberian susu formula anak, perlu disesuaikan dengan kebutuhan kalori anak berdasarkan usianya dan takaran rekomendasi dari produk susu. Namun, sebaiknya konsultasikan takaran susu formula soya dengan dokter anak untuk mendapatkan takaran yang lebih tepat.

Itulah tadi informasi dari daftar poker online mengenai Apakah Susu Soya Hanya untuk Anak Alergi Susu Sapi? oleh - dietsehat.xyz dan sekianlah artikel dari kami dietsehat.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, July 20, 2020